1. Definisi Membaca
Definisi membaca menurutkutku adalah menamatkan satu buku. Jika ada buku
yang kubaca tapi tidak sampai selesai atau hanya bagian-bagian tertentu saja,
berarti buku tersebut tidak masuk ke dalam daftar bacaanku. Entahlah, ada
kepuasan tersendiri ketika aku berhasil menamatkan satu buku, dan perasaan itu
yang membuatku ingin membaca buku lainnya.
2. Alasanku Mencatat Buku yang Sudah Kubaca
Semangat membaca pasti tidak pernah sama setiap waktunya, terkadang
bersemangat sekali, tapi ada juga waktu malas membaca. Perasaan jenuh dan
bosan. Tentu saja hal itu juga selalu terjadi padaku. Ada banyak cara untuk
menjaga semangat membaca. Salah satu cara yang kulakukan adalah mencatat judul
buku yang sudah kubaca. Rasanya menyenangkan saja ketika catatan itu semakin
banyak. Selain itu, catatan itu juga berguna untukku--yang pelupa
ini--mengingat kembali isi dari buku-buku yang telah kubaca. Kegiatan ini sudah
kulakukan sejak zaman sekolah, tapi baru konsisten kulakukan tahun lalu,
setelah melihat beberapa kawan di dunia maya melakukan itu. Sempat terpikir
untuk mempublikasikan catatanku ini, tapi rasanya lebih nyaman bila kusimpan
sendiri catatanku.
3. Jumlah Target Bacaan Tahun 2019
Sebenarnya baru tahun 2019 ini aku menargetkan jumlah bacaan. Hal itu
bermula ketika aku iseng menghitung jumlah bacaanku di tahun lalu, aku cukup
kecewa karena ternyata jumlah buku yang kubaca tidak sebanyak yang kuduga.
Kemudian tidak sengaja aku melihat jumlah bacaan salah satu penulis kesukaanku
yang sampai mencapai 400 lebih buku dan ebook dalam setahun. Hebat! Akhirnya
aku memutuskan untuk menargetkan jumlah bacaan. Barangkali ini juga menjadi
salah satu cara agar aku tetap konsisten membaca.
Tahun ini aku mencoba menargetkan 70 buku. Anggap saja penargetan ini
sebagai niat, bukankah segala yang kita dapatkan itu tergantung dari yang kita
niatkan? Niat ini pula barangkali yang membuatku berhasil mencapai target
tersebut. Ada 21 kumpulan cerpen, 40 novel, 8 antologi puisi, dan 1 nonfiksi
yang kubaca tahun ini.
4. Kesalahan Terbesar Tahun 2019
Mencapai target membaca bukan berarti terlepas dari kesalahan. Ada beberapa
kesalahan yang tak sengaja kulakukan. Salah satu yang menurutku sebuah
kesalahan yang paling besar adalah tidak membaca cukup banyak buku nonfiksi,
bahkan hanya membaca 1 buku saja yang paling ringan. Ini tidak sesuai dengan
resolusiku di akhir tahun 2018 untuk memperbanyak membaca nonfiksi.
Menurutku membaca fiksi dan nonfiksi lebih cocok bila dilakukan
berdampingan. Aku sering menemukan hal-hal baru dalam buku fiksi, namun itu
semua masih permukaannya saja, sedangkan kedalamannya barangkali bisa kutemukan
dalam buku nonfiksi.
Berhubung ini adalah sebuah kesalahan menurutku, maka aku akan
"menghukum" diriku di tahun 2020 dengan membaca nonfiksi untuk
mengawali bacaan di tahun yang baru. Semoga di tahun 2020 aku bisa lebih banyak
membaca buku nonfiksi dan bukan hanya sekadar resolusi tanpa tindakan. Amin.
5. Buku Berbintang
Ada beberapa buku yang selalu terngiang di kepalaku. Rasanya aku harus
menyempatkan waktu dalam hidupku untuk membaca buku-buku itu. Entahlah mengapa
buku-buku ini bisa sampai membuatku penasaran, atau entahlah mengapa hanya
buku-buku ini yang benar-benar membuatku mengharuskan diri untuk membacanya.
Rasanya seperti ada ikatan antara aku dan buku-buku itu. Hahaha. Jumlah buku
berbintang selalu bertambah, meski tidak sering. Namun sekali buku itu menjadi
buku berbintang untukku, selamanya aku akan penasaran untuk membaca buku itu.
Tidak semua buku berbintang berhasil kubaca tahun ini. Tapi itu bukan
masalah, memang aku tidak menargetkan untuk cepat-cepat membaca semua buku
berbintang ini.
Buku-buku berbintang
yang berhasil kubaca tahun ini adalah:
1. Dunia Kali karya Puthut Ea
2. Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan
3. The Old Man and The Sea karya Ernest Hemingway
(bahkan baca dua terjemahan yang berbeda)
4. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom
6. Membuat Ulasan
Tahun 2019 ini cukup banyak progres yang berkembang jauh dari tahun
sebelumnya. Salah satunya adalah mencatat setelah membaca satu buku. Barangkali
aku memang belum bisa membuat catatan atau ulasan yang bagus, tapi setidaknya
aku mencoba untuk menulis agar mereka tidak berjejalan di kepala kemudian
berbaur dengan ingatan yang lain.
Namun tidak semua buku yang kubaca dapat kutuliskan kembali. Hanya ada
sekira 14 buku yang kubaca dan berubah menjadi tulisan baru. Jumlah itu jauh
lebih banyak dibanding tahun 2018 yang hanya berjumlah 2 buku saja. Semangat
membuat ulasan buku semakin bertambah setelah aku bergabung dengan komunitas
membaca yang orang-orangnya begitu rajin membaca dan membuat ulasan buku.
Biasanya ada dua jenis buku yang tidak kubuat tulisan, pertama adalah buku
itu kelewat bagus dan terlalu banyak yang dapat kutulis sampai-sampai aku
bingung harus menuliskan apa. Kedua, buku itu tidak cukup menarik untuk dibuat
ulasan. Tapi faktor lain juga berperan di sini, seperti faktor kesibukan di
luar membaca.
7. Kesalahan Terbesar Kedua
Sudah kubilang, mencapai target jumlah bacaan bukan berarti tidak memiliki
kesalahan. Kesalahan terbesar kedua terjadi di akhir tahun, di bulan Desember.
Pada akhir November, aku merasa pesimis dalam mencapai target 70 buku,
mengingat waktu itu buku yang kubaca baru mencapai sekira 50 buku lebih
sedikit, masih terlalu jauh untuk mencapai target. Namun sifat tidak ingin
kalah--yang selalu muncul dalam diriku di waktu yang tidak tepat--itu akhirnya
muncul di waktu yang tepat. Aku berusaha mengejar ketinggalan dalam waktu satu
bulan.
Kesalahannya di sini adalah aku terlalu fokus mengejar target, sehingga
esensi sebenarnya dari membaca sedikit sekali kudapatkan. Jika membaca itu
untuk mengetahui hal-hal baru, aku justru lebih sering terganggu dengan
mengukur sejauh mana aku sudah menambah bacaan. Jika membaca adalah untuk
kesenangan, tentu saja aku kurang merasakan kesenangan itu. Baru saja hendak
bersenang-senang, aku sudah terganggu dengan mengingat waktu yang semakin
sedikit.
8. Jumlah Bacaan di tahun 2020
Setelah perjalanan panjang di tahun 2019 serta perjuangan untuk mencapai 70
buku, tentu saja esok hari, di tahun yang baru, harus ada target baru supaya
semangat yang kubangun tahun ini tidak sia-sia.
Berdasarkan hasil evaluasi membaca tahun ini, aku memutuskan untuk tidak
menambah jumlah target bacaan. Tetap 70 buku, tapi dengan syarat harus memahami
dengan lebih detail lagi, dan tentu saja yang paling penting dari semuanya
adalah menikmatinya. Bersenang-senang itu tujuan utama.
9. Membaca Ulang
Tahun ini aku merasa harus membaca ulang beberapa buku yang sudah kubaca di
tahun-tahun yang lalu. Aku termasuk orang yang malas sekali membaca buku yang
sudah pernah kubaca, meskipun buku itu sangat bagus dan sangat kusukai. Mungkin
aku selalu merasa waktuku terlalu sedikit untuk buku yang sangat banyak di
dunia ini, sehingga sayang sekali jika waktu yang sedikit itu kupakai untuk
membaca ulang. Tapi aku juga sering mendengar bahwa akan menemukan hal-hal baru
yang tidak ditemukan sebelumnya ketima aku membaca ulang sebuab buku. Aku ingin
merasakan itu tahun ini. Sudah ada beberapa buku yang kutargetkan untuk kubaca
ulang, salah satunya serial Bilangan Fu karya Ayu Utami, penulis kesayanganku.
10. Memperbanyak Ulasan
Barangkali ini adalah resolusiku di tahun 2020. Jika tahun 2019 aku menulis
14 ulasan, maka 2020 aku harus menulis lebih dari 14 ulasan.
+1. Target baca menurutku cukup penting untuk
menyemangati diri agar terus membaca. Tapi ambisi untuk mencapai target
tersebut jadi tak ada gunanya jika banyak buku yang kaubaca kemudian berlalu
begitu saja, tidak menetap di kepala.
dan aku, banyak pembatas buku yang masih mampir di 1/4 atau di tengah buku, artinya banyak yang belum diselsaikan.
BalasHapusHuhu TT makasih banyak udah mendefinisikan ini Nigii