Langsung ke konten utama

Menu Nigi

Klaus: Kebaikan Tanpa Pamrih Selalu Menular Kepada yang Lain

Klaus
2019
Poin penting yang pertama kali kutemukan dari film ini adalah masalah utama tidak berhubungan sama sekali dengan natal. Tapi masalah masa depan seorang anak direktur bernama Jesper yang pemalas dan mengandalkan warisan. Terlihat rumit untuk dipikirkan anak-anak. Juga suasana yang terlihat lebih gelap dan muram, alih-alih menggambarkan suasana yang ceria dan penuh warna.

Tapi itu adalah titik balik segalanya bermula. Jesper harus menjadi seorang tukang pos di pulau terpencil bernama Smeerensburg untuk mempertahankan warisan dan segala kekayaannya. Namun ternyata tidak semudah itu mengumpulkan surat di dearah dengan pertikaian dan kebencian yang sudah menjadi tradisi. Sampai sini memang masih terlihat tidak ada hubungannya dengan pria tua berjanggut tebal dengan baju merah serta kereta rusa yang selalu membawa hadiah di malam natal.

Klaus, karakter yang menjadi judul film ini baru muncul setelah Jasper hampir menyerah. Itu pun tidak dengan keajaiban serta pakaian merah, kereta rusa, dan hadiah. Tapi Klaus dihadirkan sebagai seorang tukang kayu yang tinggal di tempat terpencil dengan mainan yang banyak sekali di rumahnya. Kemunculannya bahkan dibuat menyeramkan dengan kapak besar yang selalu dibawanya. 

Klaus terlihat lebih realistis tanpa keajaiban-keajaiban mainstream namun masih identik dengan karakter Santa Claus pada umumnya. Jesper adalah orang yang membuat Klaus terlihat ajaib dan menakjubkan di mata anak-anak. Barangkali yang diperlihatkan kepada penonton adalah pandangan orang dewasa terhadap sosok Klaus. Namun orang dewasa--yang diwakili oleh Jesper--menceritakan hal-hal menakjubkan tentang Klaus kepada anak-anak sehingga mereka percaya pada keajaiban-keajaiban seperti rusa terbang, melewati cerobong asap, juga hadiah bagi anak baik dan batu bara bagi anak nakal.

Film Klaus juga memperlihatkan betapa anak-anak dengan kesucian hatinya dapat mengubah keadaan menjadi lebih baik. Obsesi menjadi anak baik agar mendapat hadiah dari Klaus perlahan membuat pertikaian di pulau Smeerensburg menghilang. Justru orang-orang dewasa yang keras hatinya yang memicu pertikaian itu ada dan menghilangkan kesenangan anak-anak. Anak-anak yang tidak tahu-menahu tentang pertikaian tidak diberi kesempatan untuk bertanya mengapa tidak boleh bermain dengan orang yang berbeda dari golongannya, dan dianggap lancang jika melakukan hal itu. Bukankah begitu dunia ini bekerja? Orang dewasa selalu mendominasi anak-anak dan mendoktrin pikiran anak-anak dengan kebenaran yang orang dewasa ciptakan sendiri.

Ada juga bagian yang menyoroti pentingnya belajar bagi anak-anak. Hal itu disampaikan melalui hal sederhana, yaitu ketika anak-anak harus mengirim surat kepada Klaus agar mendapat mainan, namun mereka tidak dapat menulis dan membaca. Jadi mereka harus bersekolah agar dapat menulis surat untuk Klaus. Jika dianalogikan, anak-anak atau siapa saja berhak dan harus berpendidikan untuk menjadi bekal di kemudian hari meraih apa yang diinginkan. Lucu sekali ketika semangat belajar di kota yang hanya peduli dengan perkelahian tersebut perlahan naik. Pada bagian ini, film yang semula tampak suram terlihat semakin berwarna dan menyenangkan.

Terakhir adalah perkembangan karakter tokoh yang sangat terlihat, baik itu Jesper maupun Klaus. Jesper yang semula melakukan semuanya hanya agar dia dapat segera kembali ke kota perlahan menjadi semakin peduli pada sekitarnya. Klaus yang semula sangat tertutup perlahan membuka diri dan memperlihatkan banyak rahasianya. Pertemanan mereka, selain mengubah pulau Smeerensburg, juga mengubah diri mereka sendiri. Apa memang pertemanan yang tulus akan saling memengaruhi banyak hal, bahkan bisa ke arah yang lebih baik?

Di antara semua cerita tentang lelaki berjangkut dan berbaju merah yang selalu memberikan hadiah di malam natalnyang pernah kutonton dan kubaca, aku paling menyukai karakter Klaus. Klaus di sini, alih-alih menjadi lelaki yang memberi hadiah untuk anak-anak baik, lebih terlihat sebagai lambang penolong tanpa menunjukkan diri serta pencipta kebahagiaan dengan kasih sayang yang tulus.

"Kebaikan tanpa pamrih, selalu menular pada yang lain." begitu salah satu ucapan Klaus yang kuingat.

Rasanya sedikit menyesal karena selalu menunda untuk menonton ini. Padahal sejak Desember lalu aku sudah sering melihat poster film ini. Aku baru benar-benar penasaran setelah tahu kalau film ini masuk nominasi Oscar. Tidak diragukan lagi, ternyata memang film kartun 2D ini sangat bagus!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Enam Buku Keren yang Kutemukan di Tahun 2019 (Untuk Memenuhi Tagar #bukuterbaik)

Tahun 2019 ini semangat membacaku jauh lebih banyak daripada tahun sebelumnya--dan hanya itu yang aku punya. Rasa semangat itu membawaku bertualang dari cerita ke cerita, dari bacaan ke bacaan. Jatuh cinta dan patah hati tentu saja dua teman yang senantiasa penyertaiku dalam petualangan ini. Seperti tahun lalu, aku dan temanku membuat proyek menulis bertagar #bukuterbaikku di awal tahun, yaitu tulisan mengenai buku terbaik yang telah kubaca di tahun 2019 ini. Jika tahun lalu aku sempat galau memilih buku yang akan menjadi #bukuterbaikku, karena--entahlah siapa yang membuat aturan--harus satu buku saja yang dipilih, maka tahun ini aku akan melanggar aturan itu. Rasanya aku tidak bisa memilih hanya satu saja karena setiap buku memiliki ceritanya sendiri, dan tentu saja menyajikan pengalaman yang berbeda untukku. Tahun ini kupilih 6 #bukuterbaik dengan alasan yang berbeda-beda. Jika menurutmu jumlah ini terlalu sedikit atau terlalu banyak, maka kembali kepada aturan di blog ini, ...

10+1 Catatan (Tidak Penting) Membaca 2019

1. Definisi Membaca Definisi membaca menurutkutku adalah menamatkan satu buku. Jika ada buku yang kubaca tapi tidak sampai selesai atau hanya bagian-bagian tertentu saja, berarti buku tersebut tidak masuk ke dalam daftar bacaanku. Entahlah, ada kepuasan tersendiri ketika aku berhasil menamatkan satu buku, dan perasaan itu yang membuatku ingin membaca buku lainnya. 2. Alasanku Mencatat Buku yang Sudah Kubaca Semangat membaca pasti tidak pernah sama setiap waktunya, terkadang bersemangat sekali, tapi ada juga waktu malas membaca. Perasaan jenuh dan bosan. Tentu saja hal itu juga selalu terjadi padaku. Ada banyak cara untuk menjaga semangat membaca. Salah satu cara yang kulakukan adalah mencatat judul buku yang sudah kubaca. Rasanya menyenangkan saja ketika catatan itu semakin banyak. Selain itu, catatan itu juga berguna untukku--yang pelupa ini--mengingat kembali isi dari buku-buku yang telah kubaca. Kegiatan ini sudah kulakukan sejak zaman sekolah, tapi baru konsisten kulakukan...